Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. Oleh karenanya, komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan.
Menghindari penundaan juga sangat krusial jika kita ingin merealisasikan impian-impian kita. Ini membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh, sebab kita terlibat langsung didalamnya dan harus diakui hal ini memang cukup sulit untuk diatasi. Kita harus menjaga pikiran tetap fokus pada mimpi-mimpi kita dan memelihara hasrat kita dalam mencapai mimpi-mimpi tersebut, sehingga godaan-godaan yang kita temui tidak meruntuhkan keinginan kita untuk sukses.
Ada banyak alasan mengapa kita menunda – dan semua dari kita pernah melakukannya.
1. Takut salah atau gagal
Wah sepertinya bosan ya berbicara tentang takut gagal. Namun tidak apa-apa ya saya ulas kembali supaya lebih menempel di pikiran para pembaca sekalian. :)
Banyak dari antara kita tidak berani memulai atau berhenti melakukan sesuatu karena kita takut jika harus terjatuh. Kita juga sering mempunyai ketakutan lain jika kita tetap mengambil tindakan dan akhirnya jatuh, kita takut dianggap gagal oleh orang lain. Dicap sebagai orang gagal bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat memalukan. Padahal sebetulnya anggapan itu mungkin hanya sebuah prasangka saja, dan kalaupun betul untuk apa kita memikirkan anggapan tersebut; apa untungnya bagi kita? Apakah kita hidup dari anggapan orang lain?
Namun jika kita hanya berbicara tentang harapan dan impian saja, tanpa ada usaha yang kuat untuk merealisasikannya, impian kita hanyalah sebatas impian, tidak akan menjadi sebuah realita.
Meskipun sebuah tujuan tidak tercapai, tindakan mencoba sendiri adalah sebuah penghargaan. Pembelajaran terbesar didapat dari pengalaman-pengalaman, yang tentu saja lewat tindakan-tindakan. Banyak orang mengakui seseorang dari usaha-usaha yang ia lakukan dibanding dengan hasilnya. Tindakan mencoba adalah tindakan yang penuh keberanian, sebaliknya tindakan menunda adalah sebuah tindakan yang pengecut. Jangan terjebak oleh kata takut sebagai alasan untuk menunda sesuatu.
2. Merasa Kewalahan
Seringkali kita melihat pada sebuah tujuan kemudian merasakan bahwa ada banyak sekali hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan akhirnya kita merasa kewalahan sendiri. Perasaan kewalahan tersebut akhirnya melumpuhkan kita, mencegah kita dari usaha mengambil langkah pertama.
Untuk setiap tujuan yang anda miliki dalam hidup, pecahlah tujuan tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (lihat juga artikel Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai). Tentukan tindakan apa saja yang diperlukan untuk masing-masing bagian tersebut agar dapat berhasil. Jika melihat pada ’lukisan besar’ membuat kepala anda penat, lihatlah pada langkah-langkah kecil selama perjalanan. Selesaikan bagian kecil tersebut satu per satu, tanpa perlu khawatir dengan bagian kecil berikutnya. Rayakan setiap keberhasilan-keberhasilan kecil, dan tanpa ada sadari kelak anda mencapai tujuan besar anda.
3. Sifat Alami Manusia
Kita secara alami cenderung menghindari kegagalan karena menyebabkan kita sakit atau menderita dan condong melakukan hal-hal yang dapat membuat kita senang. Agar kita terhindar dari penundaan, komitlah pada diri anda sendiri untuk melakukan tugas-tugas yang tidak menyenangkan terlebih dahulu. Miliki sikap ’saya bisa’, dan sadari bahwa semakin cepat anda memulai serta semakin keras anda bekerja, maka semakin cepat pula tugas tersebut akan berakhir.
4. Sudut pandang
Jika kita melihat suatu tugas sebagai sebuah hal yang sulit, maka akan sulitlah tugas tersebut. Daripada kita pasrah, lebih baik melihatnya sebagai sebuah peluang untuk diatasi. Misalkan jika anda diminta untuk menyelesaikan sebuah penelitian, lihatlah hal tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru dan peningkatan mental anda. Menyelami proyek tersebut dengan penuh antusias, merasakan bahwa setiap proses yang anda lalui akan meningkatkan kemampuan anda, anda dapat merubah tugas menjadi sebuah kesenangan.
Sebuah ironi tentang penundaan : Banyak dari kita mengeluh bahwa kita tidak memiliki banyak waktu, sementara kita menghabiskan waktu untuk duduk-duduk tanpa mengerjakan apa-apa, mengkhawatirkan pekerjaan/tugas yang sedang menunggu kita.
Kita tidak mengetahui kemana takdir akan membawa kita esok hari, jadi kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan hari ini. Jangan biarkan penundaan menguburkan harapan dan impian anda.
Kamis, 22 April 2010
5 Alasan Mengapa Anda Harus Banyak Tersenyum
Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia.
Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja.
Para pembaca yang budiman, simaklah berikut ini 5 alasan mengapa anda harus banyak tersenyum :
1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya. :)
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’ :)
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -
Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.
Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja.
Para pembaca yang budiman, simaklah berikut ini 5 alasan mengapa anda harus banyak tersenyum :
1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya. :)
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’ :)
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -
Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.
Aku Ingin Sukses header image 9 Alasan Anda Adalah Kaya
Saya terpikir untuk menulis artikel ini setelah membaca sebuah kutipan bijak dari H. David Thoreau yang mengatakan bahwa “Kekayaan adalah kemampuan untuk merasakan dengan sungguh-sungguh kehidupan yang kita jalani.”
Meskipun saat ini kondisi perekonomian sedang mengalami resesi dan menimpa seluruh bangsa di dunia, penting sekali diingat bahwa kita sebetulnya memiliki kekayaan yang seringkali tidak kita sadari. Kekayaan banyak ditafsirkan orang sebagai hal-hal yang berhubungan dengan materialisme atau kemewahan. Padahal definisi tersebut masih terlalu dangkal.
Coba anda renungkan daftar dibawah ini, 9 alasan yang menunjukkan bahwa anda sebetulnya adalah kaya :
1. Anda tidak dalam perut kosong ketika tidur tadi malam.
Tahukah anda 50%* orang di muka bumi ini masih menderita kekurangan gizi.
2. Anda masih tidur di dalam rumah, bukan di alam terbuka.
Tahukah anda 80%* orang di muka bumi ini masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar.
tuna wisma
Foto oleh Franco Folini
3. Anda masih mempunyai pilihan untuk menggunakan pakaian apa yang akan anda pakai hari ini.
Masih banyak orang-orang di muka bumi ini, kita seringkali menyebutnya sebagai tuna wisma, hidup di alam terbuka dan hanya memiliki sepasang atau paling banyak 2 pasang baju dan celana yang sudah lusuh untuk dipakai.
4. Anda masih memiliki cukup uang di dompet anda.
Dahulu saya cukup sering mengalami kejadian seperti ini. Ketika saya menginginkan sesuatu, namun uang di dompet saya tidak mencukupi bahkan pernah beberapa kali kosong. Saya kesal sekali waktu itu. Namun akhirnya saya menyadari bahwa saya ternyata masih beruntung.
Kalau kita lihat kembali lingkungan di sekitar kita, masih banyak orang-orang yang isi di dompetnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini saja, sementara untuk keesokan hari mereka belum tahu akan mendapatkannya dari mana.
5. Anda tidak hidup dalam ketakutan.
Anda dapat membayangkan orang-orang yang hidupnya di tengah peperangan. Setiap hari mereka berpikir apakah mereka masih bisa menikmati hari esok atau tidak.
6. Anda masih bisa mandi dan minum dari air yang bersih.
Anda mungkin pernah melihat orang-orang yang mandi dan mencuci pakaian di pinggiran sungai yang sudah tidak jernih lagi, penuh dengan limbah. Mungkin anda juga pernah membaca sebuah berita di daerah pedalaman, orang-orang untuk mendapatkan air bersih harus berjalan sampai berkilo-kilo jauhnya.
7. Anda masih bisa pergi ke dokter ketika anda sakit.
Tahukah anda 1%* orang di muka bumi ini sedang dalam keadaan sekarat / hampir meninggal.
8. Anda masih bisa berakses ke internet.
Tahukah anda kurang dari 1%* orang di muka bumi ini yang memiliki komputer.
9. Anda bisa membaca.
Tahukah anda 70%* orang di muka bumi ini belum dapat membaca.
Anda dapat menambahkan masing-masing urutan ke 10, 11, dst.
Yang pasti, inti dari semuanya ini adalah anda bisa bersyukur dengan semua hal yang anda miliki dan dapatkan. Anda memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan orang lain.
Meskipun saat ini kondisi perekonomian sedang mengalami resesi dan menimpa seluruh bangsa di dunia, penting sekali diingat bahwa kita sebetulnya memiliki kekayaan yang seringkali tidak kita sadari. Kekayaan banyak ditafsirkan orang sebagai hal-hal yang berhubungan dengan materialisme atau kemewahan. Padahal definisi tersebut masih terlalu dangkal.
Coba anda renungkan daftar dibawah ini, 9 alasan yang menunjukkan bahwa anda sebetulnya adalah kaya :
1. Anda tidak dalam perut kosong ketika tidur tadi malam.
Tahukah anda 50%* orang di muka bumi ini masih menderita kekurangan gizi.
2. Anda masih tidur di dalam rumah, bukan di alam terbuka.
Tahukah anda 80%* orang di muka bumi ini masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar.
tuna wisma
Foto oleh Franco Folini
3. Anda masih mempunyai pilihan untuk menggunakan pakaian apa yang akan anda pakai hari ini.
Masih banyak orang-orang di muka bumi ini, kita seringkali menyebutnya sebagai tuna wisma, hidup di alam terbuka dan hanya memiliki sepasang atau paling banyak 2 pasang baju dan celana yang sudah lusuh untuk dipakai.
4. Anda masih memiliki cukup uang di dompet anda.
Dahulu saya cukup sering mengalami kejadian seperti ini. Ketika saya menginginkan sesuatu, namun uang di dompet saya tidak mencukupi bahkan pernah beberapa kali kosong. Saya kesal sekali waktu itu. Namun akhirnya saya menyadari bahwa saya ternyata masih beruntung.
Kalau kita lihat kembali lingkungan di sekitar kita, masih banyak orang-orang yang isi di dompetnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini saja, sementara untuk keesokan hari mereka belum tahu akan mendapatkannya dari mana.
5. Anda tidak hidup dalam ketakutan.
Anda dapat membayangkan orang-orang yang hidupnya di tengah peperangan. Setiap hari mereka berpikir apakah mereka masih bisa menikmati hari esok atau tidak.
6. Anda masih bisa mandi dan minum dari air yang bersih.
Anda mungkin pernah melihat orang-orang yang mandi dan mencuci pakaian di pinggiran sungai yang sudah tidak jernih lagi, penuh dengan limbah. Mungkin anda juga pernah membaca sebuah berita di daerah pedalaman, orang-orang untuk mendapatkan air bersih harus berjalan sampai berkilo-kilo jauhnya.
7. Anda masih bisa pergi ke dokter ketika anda sakit.
Tahukah anda 1%* orang di muka bumi ini sedang dalam keadaan sekarat / hampir meninggal.
8. Anda masih bisa berakses ke internet.
Tahukah anda kurang dari 1%* orang di muka bumi ini yang memiliki komputer.
9. Anda bisa membaca.
Tahukah anda 70%* orang di muka bumi ini belum dapat membaca.
Anda dapat menambahkan masing-masing urutan ke 10, 11, dst.
Yang pasti, inti dari semuanya ini adalah anda bisa bersyukur dengan semua hal yang anda miliki dan dapatkan. Anda memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan orang lain.
Kebahagiaan Adalah Sebuah Keputusan
Apa kabar para pembaca sekalian? Senang rasanya anda masih tetap membaca artikel-artikel dari AkuInginSukses.com ….. terima kasih. :)
Bagi yang baru pertama kali mengunjungi situs ini, saya ucapkan selamat datang.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas topik tentang kebahagiaan. Saya akan mencoba mensharingkan pemikiran-pemikiran saya tentang kebahagiaan kepada para pembaca sekalian. Mudah-mudahan bermanfaat.
Bagi saya, kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya yang terdalam. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah dan justru berakhir dengan kehidupannya yang jauh lebih menderita dari sebelumnya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? … Ini karena kita mencarinya diluar diri kita. Kita mengharapkan sesuatu atau seseorang memberikan perasaan bahagia tersebut pada kita.
Seorang bijak bernama Rumi suatu saat pernah berkata, ”Kita mencari kalung permata dari ruangan ke ruangan yang sebetulnya ada di leher kita sendiri.” Ini pun sama ketika kita berusaha mencari kebahagiaan. Kita mencarinya ”kemana-mana”, dan kita tidak pernah dengan persis mengetahui dimana kebahagiaan tersebut berasal.
Saya rasa anda semua setuju bahwa kebahagiaan tidak tergantung dari hal-hal yang berbau materialisme, seperti : mengendarai mobil mewah atau memiliki jabatan/gelar yang prestisius (meskipun hal-hal tersebut dapat membawa kesenangan pada hidup anda).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada orang lain, seperti anda memiliki orang-orang yang penting di dalam hidup anda (meskipun cinta kasih dan kehadiran orang-orang tersebut dapat menambah keceriaan).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi, sebagai contoh : jika anda tetap tinggal di tempat, akan menjadi baik dan jika anda pergi meninggalkan tempat, akan menjadi tidak baik.
Kebahagiaan bukan untuk ditemukan di mana-mana di dunia luar.
Hambatan terbesar untuk kita bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya.
Saya akan memberikan sedikit ilustrasi untuk menjelaskan.
Apa ya kira-kira …. hmm….,
O ya ini saja : Anda pernah merasakan patah hati? Saya rasa sebagian besar pasti pernah mengalaminya. Biasanya apa yang orang-orang lakukan ketika mereka patah hati (termasuk saya tentu saja :) )? Saya waktu itu pergi ke kos/rumah teman dan mengajaknya untuk mengobrol, bermain dan pergi ke suatu tempat. Lupalah kesedihan saya waktu itu. Saya begitu gembiranya bersama teman-teman. Namun ketika saya kembali ke rumah dan sendiri, perasaan sedih saya kembali menyelimuti.
Sebetulnya tidak ada yang salah jika anda pun melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah : Dimana sebetulnya seseorang dapat menemukan kebahagiaan?
Berhentilah mencari keluar apa yang sebetulnya bisa anda temukan di dalam diri anda. Buatlah keputusan untuk berbahagia.
Oke, biar saya ulangi sekali lagi :
Kebahagiaan bergantung pada keputusan anda sendiri untuk bahagia.
Jadi kebahagiaan adalah suatu keputusan. Kapan saja, dimana saja anda dapat memutuskan untuk berbahagia atau tidak.
Oke, dibawah ini adalah sebuah aklamasi. Saya mengutipnya dari sebuah artikel luar beberapa waktu yang lalu. Cukup bagus aklamasinya. Anda bisa mengulangi dan membacanya dengan suara lantang:
Saya, {nama anda}, memutuskan untuk berbahagia saat ini, tanpa menghiraukan cuaca, orang lain, dunia atau apapun yang terjadi pada saya.
Saya dengan yakin mengetahui bahwa Tuhan telah memberikan hak kepada saya untuk berbahagia.
Karenanya, saya mengklaim bahwa kebahagiaan adalah milik saya dan saya adalah milik kebahagiaan
Bagi yang baru pertama kali mengunjungi situs ini, saya ucapkan selamat datang.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas topik tentang kebahagiaan. Saya akan mencoba mensharingkan pemikiran-pemikiran saya tentang kebahagiaan kepada para pembaca sekalian. Mudah-mudahan bermanfaat.
Bagi saya, kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya yang terdalam. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah dan justru berakhir dengan kehidupannya yang jauh lebih menderita dari sebelumnya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? … Ini karena kita mencarinya diluar diri kita. Kita mengharapkan sesuatu atau seseorang memberikan perasaan bahagia tersebut pada kita.
Seorang bijak bernama Rumi suatu saat pernah berkata, ”Kita mencari kalung permata dari ruangan ke ruangan yang sebetulnya ada di leher kita sendiri.” Ini pun sama ketika kita berusaha mencari kebahagiaan. Kita mencarinya ”kemana-mana”, dan kita tidak pernah dengan persis mengetahui dimana kebahagiaan tersebut berasal.
Saya rasa anda semua setuju bahwa kebahagiaan tidak tergantung dari hal-hal yang berbau materialisme, seperti : mengendarai mobil mewah atau memiliki jabatan/gelar yang prestisius (meskipun hal-hal tersebut dapat membawa kesenangan pada hidup anda).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada orang lain, seperti anda memiliki orang-orang yang penting di dalam hidup anda (meskipun cinta kasih dan kehadiran orang-orang tersebut dapat menambah keceriaan).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi, sebagai contoh : jika anda tetap tinggal di tempat, akan menjadi baik dan jika anda pergi meninggalkan tempat, akan menjadi tidak baik.
Kebahagiaan bukan untuk ditemukan di mana-mana di dunia luar.
Hambatan terbesar untuk kita bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya.
Saya akan memberikan sedikit ilustrasi untuk menjelaskan.
Apa ya kira-kira …. hmm….,
O ya ini saja : Anda pernah merasakan patah hati? Saya rasa sebagian besar pasti pernah mengalaminya. Biasanya apa yang orang-orang lakukan ketika mereka patah hati (termasuk saya tentu saja :) )? Saya waktu itu pergi ke kos/rumah teman dan mengajaknya untuk mengobrol, bermain dan pergi ke suatu tempat. Lupalah kesedihan saya waktu itu. Saya begitu gembiranya bersama teman-teman. Namun ketika saya kembali ke rumah dan sendiri, perasaan sedih saya kembali menyelimuti.
Sebetulnya tidak ada yang salah jika anda pun melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah : Dimana sebetulnya seseorang dapat menemukan kebahagiaan?
Berhentilah mencari keluar apa yang sebetulnya bisa anda temukan di dalam diri anda. Buatlah keputusan untuk berbahagia.
Oke, biar saya ulangi sekali lagi :
Kebahagiaan bergantung pada keputusan anda sendiri untuk bahagia.
Jadi kebahagiaan adalah suatu keputusan. Kapan saja, dimana saja anda dapat memutuskan untuk berbahagia atau tidak.
Oke, dibawah ini adalah sebuah aklamasi. Saya mengutipnya dari sebuah artikel luar beberapa waktu yang lalu. Cukup bagus aklamasinya. Anda bisa mengulangi dan membacanya dengan suara lantang:
Saya, {nama anda}, memutuskan untuk berbahagia saat ini, tanpa menghiraukan cuaca, orang lain, dunia atau apapun yang terjadi pada saya.
Saya dengan yakin mengetahui bahwa Tuhan telah memberikan hak kepada saya untuk berbahagia.
Karenanya, saya mengklaim bahwa kebahagiaan adalah milik saya dan saya adalah milik kebahagiaan
Bagaimana Cara Makan Seekor Gajah?
Bagaimana cara anda makan seekor gajah? ….. Jawabannya : dalam sekali gigit sekaligus.
Ini bukan betul-betul anda makan seekor gajah. Ini hanyalah sebuah pepatah. Mungkin sebagian dari anda pernah mendengar pepatah tersebut.
Kita seringkali gagal menerapkan pepatah tersebut dalam kehidupan kita. Jika anda menggambarkan seekor gajah sebagai sebuah tujuan yang sangat besar dimana hidup anda sangat bergantung pada tujuan tersebut, maka anda sedang merencanakan diri anda pada sebuah kekecewaan. Mengapa bisa begitu?
Ini bukan saja tentang tujuan-tujuan besar yang anda kejar.
Banyak orang melakukan kesalahan utama dengan hanya fokus pada tujuan-tujuan besar mereka. Jika misalkan tujuan hidup anda ingin menjadi seorang pengarang novel yang laris dan ternama, wow luar biasa, itu adalah tujuan yang sangat besar. Bukannya tidak baik, namun jika anda begitu bergantung pada kepuasan pribadi dalam mencapai tujuan anda tersebut, anda justru akan tidak bahagia untuk waktu yang lama (kemungkinan selama hidup anda).
Memiliki tujuan jangka panjang sangat baik dan perlu, sebab hal tersebut akan membuat kita bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk dapat mencapainya. Namun, untuk setiap tujuan jangka panjang yang anda buat, anda juga harus memiliki tujuan-tujuan jangka menengah dan pendek.
Jika menjadi seorang penulis novel yang laris dan terkenal adalah tujuan jangka panjang anda, apakah kira-kira tujuan yang lebih kecil yang harus anda capai selama perjalanan anda tersebut? Mungkin untuk saat ini, anda harus mencari dan menciptakan karakter yang tepat yang akan anda masukkan dalam novel pertama anda.
Keindahan tujuan-tujuan kecil.
Ketika anda memiliki tujuan-tujuan kecil, ada beberapa keuntungan yang didapat.
* Pertama, tujuan kecil memberi anda sesuatu hal sehingga anda dapat fokus. Jika anda ingin menjadi pengarang novel yang laris dan terkenal, bagaimana anda dapat membuat hal tersebut menjadi kenyataan? Jika anda tidak mengetahui hal spesifik yang harus anda kerjakan, anda akan frustasi. Ditambah seiring dengan berjalannya waktu, anda akan dipusingkan oleh kata-kata yang selalu ada di benak anda : ”mengapa tujuan saya belum saja tercapai”, sementara di sisi lain anda tidak yakin dengan apa yang anda lakukan. Namun ketika anda memiliki tujuan kecil, seperti telah saya sebutkan diatas, yaitu mencari karakter yang tepat terlebih dahulu, anda pasti lebih fokus dan akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan tindakan berikutnya.
* Kedua, anda akan menikmati kepuasan dalam pencapaian tujuan-tujuan anda. Meskipun hal tersebut adalah tujuan kecil, perasaan anda akan jauh lebih baik, anda akan merasakan sedikit kelegaan ketika anda men-check list hal yang telah selesai dilakukan (entah itu di kertas kerja anda atau hanya sekedar di otak anda). Keberhasilan anda menemukan karakter untuk novel pertama anda, berarti anda telah melewati sebagian perjalanan panjang anda dan anda sedang on the right track menuju pencapaian tujuan besar anda.
Hidup adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan.
Kepuasan hidup anda akan jauh lebih tinggi jika anda memandang hidup sebagai sebuah rangkaian tujuan-tujuan kecil, dibandingkan dengan satu tujuan penting yang besar yang mungkin anda tidak akan meraihnya. Bukan berarti anda tidak boleh memiliki tujuan besar, justru anda harus memiliki tujuan besar tersebut, namun yang tak kalah pentingnya anda juga harus memiliki tujuan-tujuan kecil agar anda dapat lebih fokus selama perjalanan panjang anda.
Jika misalkan anda ingin menurunkan berat badan sebanyak 20 kg, itu adalah hal yang luar biasa. Tetapi jangan hanya terpaku pada satu tujuan besar itu saja. Jika anda melakukan hal tersebut, maka setiap kali anda menimbang berat badan anda, maka pikiran anda akan dihantui oleh pernyataan : ”mengapa saya belum mencapai berat badan yang saya inginkan?” dan anda akan mulai berpikir gagal dalam otak anda.
Jadi mulailah memecah (break down) tujuan besar anda tersebut menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil (baca juga Keajaiban Memulai Dari Hal-Hal Kecil). Ada banyak tujuan kecil yang dapat anda lakukan meskipun hanya menurunkan berat badan anda 0.5 kg. Mungkin anda perlu membaca buku-buku tentang penurunan berat badan, belajar membuat masakan yang sehat atau mengikuti klub kebugaran. Rangkaian pencapaian-pencapaian kecil akan membuat anda on the track dan menjaga perasaan anda tetap baik terhadap hidup anda sendiri.
Jadi sangatlah baik jika anda berhenti makan seekor gajah sekaligus dan janganlah lupa untuk menikmati gigitan-gigitan kecil selama perjalanan.
Ini bukan betul-betul anda makan seekor gajah. Ini hanyalah sebuah pepatah. Mungkin sebagian dari anda pernah mendengar pepatah tersebut.
Kita seringkali gagal menerapkan pepatah tersebut dalam kehidupan kita. Jika anda menggambarkan seekor gajah sebagai sebuah tujuan yang sangat besar dimana hidup anda sangat bergantung pada tujuan tersebut, maka anda sedang merencanakan diri anda pada sebuah kekecewaan. Mengapa bisa begitu?
Ini bukan saja tentang tujuan-tujuan besar yang anda kejar.
Banyak orang melakukan kesalahan utama dengan hanya fokus pada tujuan-tujuan besar mereka. Jika misalkan tujuan hidup anda ingin menjadi seorang pengarang novel yang laris dan ternama, wow luar biasa, itu adalah tujuan yang sangat besar. Bukannya tidak baik, namun jika anda begitu bergantung pada kepuasan pribadi dalam mencapai tujuan anda tersebut, anda justru akan tidak bahagia untuk waktu yang lama (kemungkinan selama hidup anda).
Memiliki tujuan jangka panjang sangat baik dan perlu, sebab hal tersebut akan membuat kita bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk dapat mencapainya. Namun, untuk setiap tujuan jangka panjang yang anda buat, anda juga harus memiliki tujuan-tujuan jangka menengah dan pendek.
Jika menjadi seorang penulis novel yang laris dan terkenal adalah tujuan jangka panjang anda, apakah kira-kira tujuan yang lebih kecil yang harus anda capai selama perjalanan anda tersebut? Mungkin untuk saat ini, anda harus mencari dan menciptakan karakter yang tepat yang akan anda masukkan dalam novel pertama anda.
Keindahan tujuan-tujuan kecil.
Ketika anda memiliki tujuan-tujuan kecil, ada beberapa keuntungan yang didapat.
* Pertama, tujuan kecil memberi anda sesuatu hal sehingga anda dapat fokus. Jika anda ingin menjadi pengarang novel yang laris dan terkenal, bagaimana anda dapat membuat hal tersebut menjadi kenyataan? Jika anda tidak mengetahui hal spesifik yang harus anda kerjakan, anda akan frustasi. Ditambah seiring dengan berjalannya waktu, anda akan dipusingkan oleh kata-kata yang selalu ada di benak anda : ”mengapa tujuan saya belum saja tercapai”, sementara di sisi lain anda tidak yakin dengan apa yang anda lakukan. Namun ketika anda memiliki tujuan kecil, seperti telah saya sebutkan diatas, yaitu mencari karakter yang tepat terlebih dahulu, anda pasti lebih fokus dan akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan tindakan berikutnya.
* Kedua, anda akan menikmati kepuasan dalam pencapaian tujuan-tujuan anda. Meskipun hal tersebut adalah tujuan kecil, perasaan anda akan jauh lebih baik, anda akan merasakan sedikit kelegaan ketika anda men-check list hal yang telah selesai dilakukan (entah itu di kertas kerja anda atau hanya sekedar di otak anda). Keberhasilan anda menemukan karakter untuk novel pertama anda, berarti anda telah melewati sebagian perjalanan panjang anda dan anda sedang on the right track menuju pencapaian tujuan besar anda.
Hidup adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan.
Kepuasan hidup anda akan jauh lebih tinggi jika anda memandang hidup sebagai sebuah rangkaian tujuan-tujuan kecil, dibandingkan dengan satu tujuan penting yang besar yang mungkin anda tidak akan meraihnya. Bukan berarti anda tidak boleh memiliki tujuan besar, justru anda harus memiliki tujuan besar tersebut, namun yang tak kalah pentingnya anda juga harus memiliki tujuan-tujuan kecil agar anda dapat lebih fokus selama perjalanan panjang anda.
Jika misalkan anda ingin menurunkan berat badan sebanyak 20 kg, itu adalah hal yang luar biasa. Tetapi jangan hanya terpaku pada satu tujuan besar itu saja. Jika anda melakukan hal tersebut, maka setiap kali anda menimbang berat badan anda, maka pikiran anda akan dihantui oleh pernyataan : ”mengapa saya belum mencapai berat badan yang saya inginkan?” dan anda akan mulai berpikir gagal dalam otak anda.
Jadi mulailah memecah (break down) tujuan besar anda tersebut menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil (baca juga Keajaiban Memulai Dari Hal-Hal Kecil). Ada banyak tujuan kecil yang dapat anda lakukan meskipun hanya menurunkan berat badan anda 0.5 kg. Mungkin anda perlu membaca buku-buku tentang penurunan berat badan, belajar membuat masakan yang sehat atau mengikuti klub kebugaran. Rangkaian pencapaian-pencapaian kecil akan membuat anda on the track dan menjaga perasaan anda tetap baik terhadap hidup anda sendiri.
Jadi sangatlah baik jika anda berhenti makan seekor gajah sekaligus dan janganlah lupa untuk menikmati gigitan-gigitan kecil selama perjalanan.
Bagaimana Mengatasi Kekhawatiran di Tengah Krisis Ekonomi?
Krisis ekonomi yang bermula dari Amerika Serikat dan sekarang melanda dengan cepat ke seluruh dunia memang sangat mengkhawatirkan sebagian besar orang. Banyak perusahaan yang gulung tikar, tidak terkecuali perusahaan-perusahaan berkaliber dunia, seperti Northern Rock, Fannie Mae dan Lehman Brothers.
Bagaimana kita harus bersikap menghadapi krisis ekonomi global ini? Saya sendiri memilih untuk tidak menghamburkan energi saya dengan memikirkan hal tersebut terlalu dalam. Saya menyadari jika saya fokus pada ketakutan atau kekhawatiran saya, maka saya akan merasakan ketakutan yang lebih mendalam lagi. Saya lebih memfokuskan energi saya pada hal-hal yang bisa meningkatkan produktivitas diri.
Sebelum saya membagi pada Anda bagaimana kita harus bersikap, ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
Pertama, ketahuilah bahwa ada banyak hal yang diluar kekuasaan kita, maksud saya adalah kita tidak bisa melakukan apapun untuk merubah hal tersebut, contohnya saja : cuaca, masa lalu, orang lain dan situasi ekonomi. Biasanya kekhawatiran atau ketakutan muncul karena kita terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Coba anda ingat-ingat lagi kejadian terakhir yang membuat anda merasa khawatir. Apakah kejadian tersebut diluar kekuasaan anda?
Kedua, ketahuilah bahwa kita selalu mempunyai pilihan, saya tegaskan sekali lagi disini: kita selalu mempunyai pilihan. Kita mungkin merasa kita tidak mempunyai pilihan, tetapi yang sebetulnya terjadi adalah kita tidak ingin menghadapi pilihan karena biasanya faktor harga diri atau tidak mau susah.
Baiklah, berikut ini adalah beberapa tips bagaimana kita harus bersikap :
1. Fokuslah pada hal-hal yang bisa anda kendalikan
Ketahuilah bahwa tubuh dan pikiran anda adalah sesuatu yang bisa anda kendalikan. Anda dapat memilih untuk memfokuskan energi pada hal-hal yang lebih bermanfaat untuk anda, contohnya : anda dapat memilih untuk lebih memikirkan kesehatan anda daripada hanya stress memikirkan kondisi ekonomi yang memburuk.
2 . Kurangilah mengkonsumi berita
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa membaca koran atau menonton berita di TV tidak penting. Maksud saya begini, coba anda ingat-ingat kapan terakhir anda membaca atau menonton berita yang mengangkat semangat anda atau bercerita tentang kedamaian. Menurut pengalaman saya jarang sekali terjadi, apalagi berita tersebut diletakkan di halaman depan, rasanya tidak mungkin, karena berita semacam itu tidaklah ‘menjual’. Berita yang ‘menjual’ adalah berita yang berisi konflik, perang, gosip, penderitaan dan ketakutan, karena memang berita semacam itulah yang dapat dengan cepat mempengaruhi emosi kita. Perusahaan media massa memang harus melakukan strategi semacam itu, karena itulah nilai jualnya, jika tidak mereka akan bangkrut.
Mengurangi konsumsi berita sangat penting untuk menjauhkan kita dari rasa khawatir dan takut. Saya sendiri sudah mengurangi membaca koran dan menonton TV, hanya berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan saya dan hiburan (humor).
3. Bersyukur
Coba anda renungkan pertanyaan ini. Apa hal terpenting dalam hidup anda? Untuk hal-hal apa saja anda berterima kasih? Siapa saja yang anda cintai? Lebih bagus anda bisa menuliskannya diatas kertas, tutup mata anda dan bayangkanlah jawabannya. Rasakanlah perasaan syukur tersebut. Lakukan hal ini secara rutin.
Saran saja, akan jauh lebih baik jika anda bisa lebih mensyukuri hal-hal yang bersifat non materi. Saya pribadi menyadari bahwa hal-hal non materi jauh lebih penting dibandingkan materi, seperti kesehatan dan hubungan, karena kalaupun saya kehilangan materi tetapi dengan kesehatan dan hubungan yang baik, saya bisa meraihnya kembali.
4. Berhentilah menyebarkan kekhawatiran atau ketakutan
Maksud tulisan diatas adalah berhentilah mengeluh tentang ekonomi yang sulit, berhentilah menyebarkan berita tentang krisis tersebut pada teman-teman anda dan berhentilah berbicara tentang krisis. Mulailah melakukan tindakan-tindakan yang dapat anda kendalikan. Andaikata kebutuhan dasar anda sedang terancam saat ini (seperti : kehilangan pekerjaan atau tempat tinggal), ambil tindakan segera dan secara besar-besaran, seperti mengirimkan surat lamaran ke banyak perusahaan, menghubungi teman-teman anda untuk menanyakan lowongan kerja, mencari-cari di internet tentang pekerjaan, dsb. Pokoknya apapun yang bisa anda lakukan, lakukanlah semua dengan segera dan pantang menyerah.
5. Segala sesuatu akan berbalik ke asalnya
Anda tidak sendiri. Semua menghadapi masalah yang sama. Sejarah telah membuktikan bahwa segala sesuatu akan berbalik ke asalnya, seperti krisis ekonomi Indonesia tahun 1997. Ekonomi Indonesia saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan sebelum tahun 1997. Meskipun tetap dampak krisis ekonomi dunia tetap terasa di negara kita. Saya pribadi optimis bahwa krisis ini akan berhasil dilewati. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah bertahan dan ambil semua tindakan yang diperlukan, seperti memperketat pengeluaran, meningkatkan produktivitas kerja dsb.
6. Perkuat aset anda
Sehubungan dengan hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti yang telah saya jelaskan diatas, saat krisis adalah saat yang paling tepat kita meningkatkan kemampuan diri kita. Lihatlah segala hal yang bisa kita pelajari untuk menambah kemampuan (skill) kita. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Percayalah ketika krisis ini berakhir, anda akan lebih siap dalam menghadapi tantangan ke depan.
7. Menyiapkan dana cadangan
Bagi anda yang saat ini tidak sedang bertarung untuk memenuhi kebutuhan dasar anda, prioritaskan untuk memiliki dana cadangan. Bukan berarti karena kita saat ini sedang dalam krisis, tidak penting membentuk dana cadangan. Persiapan tetap harus kita lakukan untuk menghadapi segala kemungkinan setelah krisis ini berlalu. Kebiasaan menabung harus kita galakkan sepanjang hidup kita. Percayalah anda akan menuai hasilnya suatu saat nanti.
8. Fokuslah pada hal-hal yang menguntungkan anda
Jangan berfokus pada hal-hal negatif yang menimpa anda seperti : pemotongan gaji, tidak mendapatkan bonus, omzet penjualan yang menurun dsb. Fokuslah pada hal-hal yang bisa menguntungkan anda, seperti misalkan :
- Harga bensin yang turun
- Harga saham yang rendah
Saya sendiri bukan pemain saham, saya hanya ingin berbagi dari artikel Warren Buffet yang saya baca. Beliau mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham. Mudah-mudahan bermanfaat.
- Mengurangi konsumsi dan berjalan-jalan akan mempunyai efek memperbaiki mental boros kita. :)
9. Pilihlah untuk berbahagia
Memilih untuk berbahagia bukan berarti kita tidak peduli terhadap masalah-masalah di sekeliling kita ataupun memaksakan senyum di wajah kita, akan tetapi kita berfokus pada hal-hal indah yang dapat memberikan kita kesenangan, membuat kita tersenyum dan berterima kasih atas kehidupan ini, sebagai contoh : anda dapat bermain-main dengan anak anda, pergi mendaki gunung, memancing dsb. Anda bisa membaca juga artikel saya sebelum ini : 9 tips untuk hidup lebih bahagia.
Ketahuilah bahwa setiap hari kita dikelilingi oleh hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Seperti halnya ketakutan dan kekhawatiran, menikmati kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Manakah yang akan anda pilih? Kekhawatiran atau kebahagiaan?
Bagaimana kita harus bersikap menghadapi krisis ekonomi global ini? Saya sendiri memilih untuk tidak menghamburkan energi saya dengan memikirkan hal tersebut terlalu dalam. Saya menyadari jika saya fokus pada ketakutan atau kekhawatiran saya, maka saya akan merasakan ketakutan yang lebih mendalam lagi. Saya lebih memfokuskan energi saya pada hal-hal yang bisa meningkatkan produktivitas diri.
Sebelum saya membagi pada Anda bagaimana kita harus bersikap, ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
Pertama, ketahuilah bahwa ada banyak hal yang diluar kekuasaan kita, maksud saya adalah kita tidak bisa melakukan apapun untuk merubah hal tersebut, contohnya saja : cuaca, masa lalu, orang lain dan situasi ekonomi. Biasanya kekhawatiran atau ketakutan muncul karena kita terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Coba anda ingat-ingat lagi kejadian terakhir yang membuat anda merasa khawatir. Apakah kejadian tersebut diluar kekuasaan anda?
Kedua, ketahuilah bahwa kita selalu mempunyai pilihan, saya tegaskan sekali lagi disini: kita selalu mempunyai pilihan. Kita mungkin merasa kita tidak mempunyai pilihan, tetapi yang sebetulnya terjadi adalah kita tidak ingin menghadapi pilihan karena biasanya faktor harga diri atau tidak mau susah.
Baiklah, berikut ini adalah beberapa tips bagaimana kita harus bersikap :
1. Fokuslah pada hal-hal yang bisa anda kendalikan
Ketahuilah bahwa tubuh dan pikiran anda adalah sesuatu yang bisa anda kendalikan. Anda dapat memilih untuk memfokuskan energi pada hal-hal yang lebih bermanfaat untuk anda, contohnya : anda dapat memilih untuk lebih memikirkan kesehatan anda daripada hanya stress memikirkan kondisi ekonomi yang memburuk.
2 . Kurangilah mengkonsumi berita
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa membaca koran atau menonton berita di TV tidak penting. Maksud saya begini, coba anda ingat-ingat kapan terakhir anda membaca atau menonton berita yang mengangkat semangat anda atau bercerita tentang kedamaian. Menurut pengalaman saya jarang sekali terjadi, apalagi berita tersebut diletakkan di halaman depan, rasanya tidak mungkin, karena berita semacam itu tidaklah ‘menjual’. Berita yang ‘menjual’ adalah berita yang berisi konflik, perang, gosip, penderitaan dan ketakutan, karena memang berita semacam itulah yang dapat dengan cepat mempengaruhi emosi kita. Perusahaan media massa memang harus melakukan strategi semacam itu, karena itulah nilai jualnya, jika tidak mereka akan bangkrut.
Mengurangi konsumsi berita sangat penting untuk menjauhkan kita dari rasa khawatir dan takut. Saya sendiri sudah mengurangi membaca koran dan menonton TV, hanya berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan saya dan hiburan (humor).
3. Bersyukur
Coba anda renungkan pertanyaan ini. Apa hal terpenting dalam hidup anda? Untuk hal-hal apa saja anda berterima kasih? Siapa saja yang anda cintai? Lebih bagus anda bisa menuliskannya diatas kertas, tutup mata anda dan bayangkanlah jawabannya. Rasakanlah perasaan syukur tersebut. Lakukan hal ini secara rutin.
Saran saja, akan jauh lebih baik jika anda bisa lebih mensyukuri hal-hal yang bersifat non materi. Saya pribadi menyadari bahwa hal-hal non materi jauh lebih penting dibandingkan materi, seperti kesehatan dan hubungan, karena kalaupun saya kehilangan materi tetapi dengan kesehatan dan hubungan yang baik, saya bisa meraihnya kembali.
4. Berhentilah menyebarkan kekhawatiran atau ketakutan
Maksud tulisan diatas adalah berhentilah mengeluh tentang ekonomi yang sulit, berhentilah menyebarkan berita tentang krisis tersebut pada teman-teman anda dan berhentilah berbicara tentang krisis. Mulailah melakukan tindakan-tindakan yang dapat anda kendalikan. Andaikata kebutuhan dasar anda sedang terancam saat ini (seperti : kehilangan pekerjaan atau tempat tinggal), ambil tindakan segera dan secara besar-besaran, seperti mengirimkan surat lamaran ke banyak perusahaan, menghubungi teman-teman anda untuk menanyakan lowongan kerja, mencari-cari di internet tentang pekerjaan, dsb. Pokoknya apapun yang bisa anda lakukan, lakukanlah semua dengan segera dan pantang menyerah.
5. Segala sesuatu akan berbalik ke asalnya
Anda tidak sendiri. Semua menghadapi masalah yang sama. Sejarah telah membuktikan bahwa segala sesuatu akan berbalik ke asalnya, seperti krisis ekonomi Indonesia tahun 1997. Ekonomi Indonesia saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan sebelum tahun 1997. Meskipun tetap dampak krisis ekonomi dunia tetap terasa di negara kita. Saya pribadi optimis bahwa krisis ini akan berhasil dilewati. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah bertahan dan ambil semua tindakan yang diperlukan, seperti memperketat pengeluaran, meningkatkan produktivitas kerja dsb.
6. Perkuat aset anda
Sehubungan dengan hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti yang telah saya jelaskan diatas, saat krisis adalah saat yang paling tepat kita meningkatkan kemampuan diri kita. Lihatlah segala hal yang bisa kita pelajari untuk menambah kemampuan (skill) kita. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Percayalah ketika krisis ini berakhir, anda akan lebih siap dalam menghadapi tantangan ke depan.
7. Menyiapkan dana cadangan
Bagi anda yang saat ini tidak sedang bertarung untuk memenuhi kebutuhan dasar anda, prioritaskan untuk memiliki dana cadangan. Bukan berarti karena kita saat ini sedang dalam krisis, tidak penting membentuk dana cadangan. Persiapan tetap harus kita lakukan untuk menghadapi segala kemungkinan setelah krisis ini berlalu. Kebiasaan menabung harus kita galakkan sepanjang hidup kita. Percayalah anda akan menuai hasilnya suatu saat nanti.
8. Fokuslah pada hal-hal yang menguntungkan anda
Jangan berfokus pada hal-hal negatif yang menimpa anda seperti : pemotongan gaji, tidak mendapatkan bonus, omzet penjualan yang menurun dsb. Fokuslah pada hal-hal yang bisa menguntungkan anda, seperti misalkan :
- Harga bensin yang turun
- Harga saham yang rendah
Saya sendiri bukan pemain saham, saya hanya ingin berbagi dari artikel Warren Buffet yang saya baca. Beliau mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham. Mudah-mudahan bermanfaat.
- Mengurangi konsumsi dan berjalan-jalan akan mempunyai efek memperbaiki mental boros kita. :)
9. Pilihlah untuk berbahagia
Memilih untuk berbahagia bukan berarti kita tidak peduli terhadap masalah-masalah di sekeliling kita ataupun memaksakan senyum di wajah kita, akan tetapi kita berfokus pada hal-hal indah yang dapat memberikan kita kesenangan, membuat kita tersenyum dan berterima kasih atas kehidupan ini, sebagai contoh : anda dapat bermain-main dengan anak anda, pergi mendaki gunung, memancing dsb. Anda bisa membaca juga artikel saya sebelum ini : 9 tips untuk hidup lebih bahagia.
Ketahuilah bahwa setiap hari kita dikelilingi oleh hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Seperti halnya ketakutan dan kekhawatiran, menikmati kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Manakah yang akan anda pilih? Kekhawatiran atau kebahagiaan?
Bagaimana Membuat Tugas Sulit Menjadi Mudah
Kita seringkali menghadapi tugas yang ‘menyeramkan’, dan yang tak kalah sering kita malah menundanya. Di sisi lain kita justru sibuk mengecek email yang masuk, padahal kita baru mengeceknya 5 menit yang lalu, dengan harapan ada email penting yang memerlukan perhatian kita segera. Sangatlah kontras. Ada tugas yang membutuhkan penanganan segera sementara kita malah menunggu tugas lain yang belum tentu ada.
Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.
Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya.
Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
1. Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
2. Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
3. Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
4. Bagaimana …..
5. Bagaimana ….. dst.
Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.
Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit :
Lakukan saat ini juga.
Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.
Percayalah hukum momentum …… wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.
Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.
Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.
Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.
Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.
Nikmati tantangan yang dihadapi.
Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatir bagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.
Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memiliki kesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.
Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.
Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.
Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?
Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?
Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.
Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
Temukan seseorang yang dapat membantu anda.
Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.
Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.
Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”
Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.
Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.
Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.
Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.
Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya.
Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
1. Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
2. Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
3. Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
4. Bagaimana …..
5. Bagaimana ….. dst.
Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.
Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit :
Lakukan saat ini juga.
Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.
Percayalah hukum momentum …… wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.
Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.
Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.
Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.
Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.
Nikmati tantangan yang dihadapi.
Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatir bagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.
Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memiliki kesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.
Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.
Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.
Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?
Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?
Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.
Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
Temukan seseorang yang dapat membantu anda.
Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.
Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.
Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”
Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.
Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.
Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
