Suatu hari ketika aku berkumpul & bermain bersama anak-anaku (si ganteng Haekal, si cakep Abik, si cantik Yazka, dan si lucu Amas). Aku suguhkan suatu permainan tebak angka, dimana anak diminta memikirkan suatu angka untuk kemudian kita menebak nilai angka yang dipikirkan tersebut. Aku ingat permainan ini ketika dulu waktu istirahat sekolah MADIN bersama Tarno (gimana kabar ya orang itu sekarang). Permainan ini mengenalkan konsep variable kepada si anak, juga melatih daya imajinasi serta ketrampilan berhitung.
Anak-anaku terheran-heran kenapa aku selalu saja bisa menebak nilai suatu angka yang ada dibenak/pikiran mereka. Tentu saja si Amas (2th) belum ngerti benar apa maksudnya, dia hanya senyum-senyum aja sekali-kali ikut”an ketawa kalau yang lain sedang ketawa. Begini ceritanya:
* Mula-mula anak diminta mimikirkan suatu angka (bilang aja simpan dalam hati) tanpa harus memberitahukan kepada kita. Nah angka inilah yang merupakan variable (misal x).
* Kemudian minta anak tsb mengalikan angka tsb dg suatu nilai tertentu (misal 2, jadi skrg kita tahu nilainya 2x)
* Berikutnya minta mereka menambah hasilnya tadi dengan nilai yg dalam hati mereka. (Dari sini kita tau nilainya 3x)
* Minta dibagi dengan angka yg dalam hati. (hahaha..skrg kita dapat nilai 3)
* Minta tambahkan dg suatu angka (misal 2, jadi nilai sekarang 5)
* Kasih tau tebakan anda
Cobakan ke anak-anak anda, mereka akan senang.. Juga setelah mereka tau kunci/caranya, mereka akan bangga memamerkan ke temen-temen mereka.
Operasi-operasi aritmatikanya sendiri (*, /, +, -) bisa dikombinasikan sendiri.
Selamat mencoba…
Jumat, 23 April 2010
VITAMIN C BAIK DAN BURUKNYA
Siapa sih yang tidak kenal vitamin C? Berbagai penelitian telah mengungkapkan peran vitamin C, misalnya pada peningkatan daya tahan tubuh, penanganan katarak, diabetes mellitus, dan pencegahan penyakit kardiovaskuler. Yang menarik, penelitian terbaru juga menunjukkan peran vitamin C pada pencegahan kanker (kemopreventif).
Bagaimana vitamin yang banyak ditemukan pada buah jeruk ini bisa berkhasiat sebagai pencegah kanker? Ada 3 cara yang mungkin berperan. Pertama, berkaitan dengan efek perlindungannya terhadap tekanan/stress oksidatif. Di sini, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Cara kedua adalah melalui aktivitas antiperadangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker lambung diakibatkan oleh peradangan kronis. Vitamin C berfungsi mengurangi proses peradangan. Peran vitamin C untuk mencegah kanker lambung juga dilakukan dengan ‘menangkapi’ radikal oksidatif dari mukosa lambung.
Ketiga, vitamin C memelihara komunikasi antarsel dengan cara menangkap hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida adalah suatu pemicu kanker yang paling dikenal, yang diketahui dapat menghambat komunikasi antarsel. Padahal hambatan komunikasi antarsel berkaitan erat dengan proses karsinogenik, terutama perkembangan tumor. Di sinilah vitamin C juga memunculkan efek kemopreventifnya. Jadi, melalui peran antioksidannya, vitamin C membersihkan atau melumpuhkan radikal bebas. Sementara itu, sebagai antiperadangan dan pemelihara komunikasi antarsel, vitamin C mencegah pembentukan dan perkembangan sel kanker.
Hingga saat ini, peran vitamin C tunggal (dalam bentuk suplemen) pada pencegahan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tetapi tidak demikian halnya dengan vitamin C yang berasal dari makanan (alami). Penurunan risiko kanker akan lebih bermakna jika kita mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan daripada jika hanya satu jenis antioksidan. Dengan kata lain, efek kemopreventif berasal dari kombinasi berbagai komponen aktif (seperti senyawa fenolik, vitamin, serat, indol, alium, dan selenium) yang terdapat pada buah dan sayuran. Sebagai contoh, manfaat apel pada pencegahan kanker bukan dikarenakan vitamin C semata, tetapi juga didukung oleh adanya senyawa fenolik pada apel.
Karena perkembangan tumor dan kanker berkaitan erat dengan proses oksidasi dan peradangan, maka mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan merupakan cara yang efektif untuk mencegah kanker. Oleh karena itu, mengkonsumsi 5 jenis buah atau sayuran per hari, yang diperkirakan dapat menyumbang vitamin C sebanyak 200-300 mg, sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker.
Bagaimana vitamin yang banyak ditemukan pada buah jeruk ini bisa berkhasiat sebagai pencegah kanker? Ada 3 cara yang mungkin berperan. Pertama, berkaitan dengan efek perlindungannya terhadap tekanan/stress oksidatif. Di sini, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Cara kedua adalah melalui aktivitas antiperadangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker lambung diakibatkan oleh peradangan kronis. Vitamin C berfungsi mengurangi proses peradangan. Peran vitamin C untuk mencegah kanker lambung juga dilakukan dengan ‘menangkapi’ radikal oksidatif dari mukosa lambung.
Ketiga, vitamin C memelihara komunikasi antarsel dengan cara menangkap hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida adalah suatu pemicu kanker yang paling dikenal, yang diketahui dapat menghambat komunikasi antarsel. Padahal hambatan komunikasi antarsel berkaitan erat dengan proses karsinogenik, terutama perkembangan tumor. Di sinilah vitamin C juga memunculkan efek kemopreventifnya. Jadi, melalui peran antioksidannya, vitamin C membersihkan atau melumpuhkan radikal bebas. Sementara itu, sebagai antiperadangan dan pemelihara komunikasi antarsel, vitamin C mencegah pembentukan dan perkembangan sel kanker.
Hingga saat ini, peran vitamin C tunggal (dalam bentuk suplemen) pada pencegahan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tetapi tidak demikian halnya dengan vitamin C yang berasal dari makanan (alami). Penurunan risiko kanker akan lebih bermakna jika kita mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan daripada jika hanya satu jenis antioksidan. Dengan kata lain, efek kemopreventif berasal dari kombinasi berbagai komponen aktif (seperti senyawa fenolik, vitamin, serat, indol, alium, dan selenium) yang terdapat pada buah dan sayuran. Sebagai contoh, manfaat apel pada pencegahan kanker bukan dikarenakan vitamin C semata, tetapi juga didukung oleh adanya senyawa fenolik pada apel.
Karena perkembangan tumor dan kanker berkaitan erat dengan proses oksidasi dan peradangan, maka mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan merupakan cara yang efektif untuk mencegah kanker. Oleh karena itu, mengkonsumsi 5 jenis buah atau sayuran per hari, yang diperkirakan dapat menyumbang vitamin C sebanyak 200-300 mg, sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker.
Vitamin C Versus Kanker
Siapa sih yang tidak kenal vitamin C? Berbagai penelitian telah mengungkapkan peran vitamin C, misalnya pada peningkatan daya tahan tubuh, penanganan katarak, diabetes mellitus, dan pencegahan penyakit kardiovaskuler. Yang menarik, penelitian terbaru juga menunjukkan peran vitamin C pada pencegahan kanker (kemopreventif).
Bagaimana vitamin yang banyak ditemukan pada buah jeruk ini bisa berkhasiat sebagai pencegah kanker? Ada 3 cara yang mungkin berperan. Pertama, berkaitan dengan efek perlindungannya terhadap tekanan/stress oksidatif. Di sini, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Cara kedua adalah melalui aktivitas antiperadangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker lambung diakibatkan oleh peradangan kronis. Vitamin C berfungsi mengurangi proses peradangan. Peran vitamin C untuk mencegah kanker lambung juga dilakukan dengan ‘menangkapi’ radikal oksidatif dari mukosa lambung.
Ketiga, vitamin C memelihara komunikasi antarsel dengan cara menangkap hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida adalah suatu pemicu kanker yang paling dikenal, yang diketahui dapat menghambat komunikasi antarsel. Padahal hambatan komunikasi antarsel berkaitan erat dengan proses karsinogenik, terutama perkembangan tumor. Di sinilah vitamin C juga memunculkan efek kemopreventifnya. Jadi, melalui peran antioksidannya, vitamin C membersihkan atau melumpuhkan radikal bebas. Sementara itu, sebagai antiperadangan dan pemelihara komunikasi antarsel, vitamin C mencegah pembentukan dan perkembangan sel kanker.
Hingga saat ini, peran vitamin C tunggal (dalam bentuk suplemen) pada pencegahan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tetapi tidak demikian halnya dengan vitamin C yang berasal dari makanan (alami). Penurunan risiko kanker akan lebih bermakna jika kita mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan daripada jika hanya satu jenis antioksidan. Dengan kata lain, efek kemopreventif berasal dari kombinasi berbagai komponen aktif (seperti senyawa fenolik, vitamin, serat, indol, alium, dan selenium) yang terdapat pada buah dan sayuran. Sebagai contoh, manfaat apel pada pencegahan kanker bukan dikarenakan vitamin C semata, tetapi juga didukung oleh adanya senyawa fenolik pada apel.
Karena perkembangan tumor dan kanker berkaitan erat dengan proses oksidasi dan peradangan, maka mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan merupakan cara yang efektif untuk mencegah kanker. Oleh karena itu, mengkonsumsi 5 jenis buah atau sayuran per hari, yang diperkirakan dapat menyumbang vitamin C sebanyak 200-300 mg, sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker.
Bagaimana vitamin yang banyak ditemukan pada buah jeruk ini bisa berkhasiat sebagai pencegah kanker? Ada 3 cara yang mungkin berperan. Pertama, berkaitan dengan efek perlindungannya terhadap tekanan/stress oksidatif. Di sini, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Cara kedua adalah melalui aktivitas antiperadangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker lambung diakibatkan oleh peradangan kronis. Vitamin C berfungsi mengurangi proses peradangan. Peran vitamin C untuk mencegah kanker lambung juga dilakukan dengan ‘menangkapi’ radikal oksidatif dari mukosa lambung.
Ketiga, vitamin C memelihara komunikasi antarsel dengan cara menangkap hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida adalah suatu pemicu kanker yang paling dikenal, yang diketahui dapat menghambat komunikasi antarsel. Padahal hambatan komunikasi antarsel berkaitan erat dengan proses karsinogenik, terutama perkembangan tumor. Di sinilah vitamin C juga memunculkan efek kemopreventifnya. Jadi, melalui peran antioksidannya, vitamin C membersihkan atau melumpuhkan radikal bebas. Sementara itu, sebagai antiperadangan dan pemelihara komunikasi antarsel, vitamin C mencegah pembentukan dan perkembangan sel kanker.
Hingga saat ini, peran vitamin C tunggal (dalam bentuk suplemen) pada pencegahan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tetapi tidak demikian halnya dengan vitamin C yang berasal dari makanan (alami). Penurunan risiko kanker akan lebih bermakna jika kita mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan daripada jika hanya satu jenis antioksidan. Dengan kata lain, efek kemopreventif berasal dari kombinasi berbagai komponen aktif (seperti senyawa fenolik, vitamin, serat, indol, alium, dan selenium) yang terdapat pada buah dan sayuran. Sebagai contoh, manfaat apel pada pencegahan kanker bukan dikarenakan vitamin C semata, tetapi juga didukung oleh adanya senyawa fenolik pada apel.
Karena perkembangan tumor dan kanker berkaitan erat dengan proses oksidasi dan peradangan, maka mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan merupakan cara yang efektif untuk mencegah kanker. Oleh karena itu, mengkonsumsi 5 jenis buah atau sayuran per hari, yang diperkirakan dapat menyumbang vitamin C sebanyak 200-300 mg, sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker.
Sate Pemicu Kanker ?
BENARKAH SATE MEMICU KANKER?
Sate merupakan makanan khas bangsa Indonesia. Tua, muda, pria, wanita, semua menyukainya. Tapi tahukah Anda jika ia dapat membahayakan tubuh Anda suatu saat nanti ? Jika dikonsumsi tiap hari sate dapat mengakibatkan kanker.
Lewat penelitian, besarnya risiko kanker tergantung cara memasak. Daging bakar berisiko dua kali lipat bahayanya dibanding daging goreng. LDL (lemak negatif) pada sate merupakan pupuk bagi radikal bebas penyebab kanker. Radikal bebas mengakibatkan kerusakan sel yang pada ujungnya menimbulkan berbagai penyakit, seperti kanker, penuaan dini, penyakit jantung, artritis, katarak dsb. Radikal bebas sebetulnya diproduksi secara fisiologis oleh sel akibat reaksi biokimia. Namun, jika radikal bebas berlebihan dan antioksidan seluler dalam tubuh tetap jumlahnya, atau lebih sedikit, maka kelebihan radikal bebas ini tidak bisa dinetralkan dan akan berakibat kerusakan sel itu sendiri. Sayangnya, dalam daging tidak mengandung antioksidan.
Membakar daging maupun ikan pada suhu tinggi menimbulkan senyawa amin heterosiklik. Selain itu, terbentuk hidrokarbon aromatik polisiklik dari tetesan daging ke arang panas, dan menempel ke makanan lewat asap. Kedua senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu masih banyak zat karsinogenik (baca: zat yang dapat menimbulkan kanker) dalam daging gosong seperti nitrosamin yaitu zat yang sering digunakan untuk pengawet daging.
Untuk menurunkan resiko kanker, WHO mengeluarkan rekomendasi di antaranya mengurangi konsumsi lemak hewani (lemak jenuh), rokok, lterna, gula dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur dan serat serta latihan fisik. Beberapa zat gizi yang dapat berfungsi sebagai antikarsinogenik atau zat yang dapat mencegah perkembangan sel kanker adalah serat makanan, anti-oksidan, vitamin A, vitamin C, selenium, asam folat dan sebagainya. Untuk mengurangi resiko kanker makanlah timun setelah memakan sate. Biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas. Tomat juga dapat dijadikan alternatif lainnya, dimana Licopene dalam tomat, merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas.
(Diesty_dari berbagai sumber)
Sate merupakan makanan khas bangsa Indonesia. Tua, muda, pria, wanita, semua menyukainya. Tapi tahukah Anda jika ia dapat membahayakan tubuh Anda suatu saat nanti ? Jika dikonsumsi tiap hari sate dapat mengakibatkan kanker.
Lewat penelitian, besarnya risiko kanker tergantung cara memasak. Daging bakar berisiko dua kali lipat bahayanya dibanding daging goreng. LDL (lemak negatif) pada sate merupakan pupuk bagi radikal bebas penyebab kanker. Radikal bebas mengakibatkan kerusakan sel yang pada ujungnya menimbulkan berbagai penyakit, seperti kanker, penuaan dini, penyakit jantung, artritis, katarak dsb. Radikal bebas sebetulnya diproduksi secara fisiologis oleh sel akibat reaksi biokimia. Namun, jika radikal bebas berlebihan dan antioksidan seluler dalam tubuh tetap jumlahnya, atau lebih sedikit, maka kelebihan radikal bebas ini tidak bisa dinetralkan dan akan berakibat kerusakan sel itu sendiri. Sayangnya, dalam daging tidak mengandung antioksidan.
Membakar daging maupun ikan pada suhu tinggi menimbulkan senyawa amin heterosiklik. Selain itu, terbentuk hidrokarbon aromatik polisiklik dari tetesan daging ke arang panas, dan menempel ke makanan lewat asap. Kedua senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu masih banyak zat karsinogenik (baca: zat yang dapat menimbulkan kanker) dalam daging gosong seperti nitrosamin yaitu zat yang sering digunakan untuk pengawet daging.
Untuk menurunkan resiko kanker, WHO mengeluarkan rekomendasi di antaranya mengurangi konsumsi lemak hewani (lemak jenuh), rokok, lterna, gula dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur dan serat serta latihan fisik. Beberapa zat gizi yang dapat berfungsi sebagai antikarsinogenik atau zat yang dapat mencegah perkembangan sel kanker adalah serat makanan, anti-oksidan, vitamin A, vitamin C, selenium, asam folat dan sebagainya. Untuk mengurangi resiko kanker makanlah timun setelah memakan sate. Biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas. Tomat juga dapat dijadikan alternatif lainnya, dimana Licopene dalam tomat, merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas.
(Diesty_dari berbagai sumber)
F I L A R I A S I S
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas
WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.
Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.
WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.
Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.
Mandi Malam penyebab Rematik ???
Dear Piogama,
Perkenalkan nama saya Adi . Saya seorang pegawai perusahaan swasta yang sering pulang dan mandi pada malam hari. Sudah selama setahun ini saya mengalami rasa sakit dipersendian kaki dan tangan saya. Setelah berobat ke dokter, saya didiagnosa mengidap rematik. Yang ingin saya tanyakan, apakah rematik yang saya derita ini akibat kebiasaan saya mandi malam? Dan oleh dokter, saya dipantang untuk makan berlemak seperti jeroan, melinjo dsb apakah memang ada hubungan antara rematik dengan makanan-makanan tersebut?
Terima kasih atas pertanyaannya,
Bapak Adi yang terhormat, rematik sebenarnya terdiridari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, hingga karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.
Dari apa yang telah disampaikan oleh dokter, kami menduga Bapak mengalami rematik yang disebabkan oleh tingginya asam urat. Jeroan, melinjo dan makanan berlemak lainnya banyak mengandung purin, yaitu zat yang dibutuhkan untuk membentuk asam urat. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah dapat memacu kristalisasi asam urat dalam sendi. Akibatnya timbullah nyeri di persendian. Biasanya oleh dokter, selain dipantang untuk memakan makanan-makanan tersebut, juga disertakan obat untuk menghambat terjadinya asam urat, salah satunya adalah allopurinol. Dengan dihambatnya pembentukan asam urat maka proses kristalisasi asam urat di persendian pun berkurang sehingga nyeri yang timbul akan berkurang. Disamping jenis makanan berlemak di atas, konsumsi alkohol ternyata juga memiliki kecenderungan meningkatkan kadar asam urat yang tinggi. (Roes)
Perkenalkan nama saya Adi . Saya seorang pegawai perusahaan swasta yang sering pulang dan mandi pada malam hari. Sudah selama setahun ini saya mengalami rasa sakit dipersendian kaki dan tangan saya. Setelah berobat ke dokter, saya didiagnosa mengidap rematik. Yang ingin saya tanyakan, apakah rematik yang saya derita ini akibat kebiasaan saya mandi malam? Dan oleh dokter, saya dipantang untuk makan berlemak seperti jeroan, melinjo dsb apakah memang ada hubungan antara rematik dengan makanan-makanan tersebut?
Terima kasih atas pertanyaannya,
Bapak Adi yang terhormat, rematik sebenarnya terdiridari beberapa jenis. Jenis-jenis rematik tersebut bergantung pada penyebab terjadinya rematik. Sebagian besar rematik disebabkan oleh adanya peradangan pada sendi. Peradangan sendi ini pun dapat terjadi mulai dari kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, hingga karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Sebenarnya kebiasaan mandi malam tidak berpengaruh secara langsung terhadap timbulnya penyakit rematik. Mandi malam akan berpengaruh terhadap timbulnya nyeri sendi jika memang sudah memiliki riwayat penyakit rematik. Hal tersebut berkaitan dengan menyempitnya pembuluh darah akibat hawa dingin yang akan berpengaruh pada kurang tersuplainya oksigen ke sendi sehingga terjadilah nyeri.
Dari apa yang telah disampaikan oleh dokter, kami menduga Bapak mengalami rematik yang disebabkan oleh tingginya asam urat. Jeroan, melinjo dan makanan berlemak lainnya banyak mengandung purin, yaitu zat yang dibutuhkan untuk membentuk asam urat. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah dapat memacu kristalisasi asam urat dalam sendi. Akibatnya timbullah nyeri di persendian. Biasanya oleh dokter, selain dipantang untuk memakan makanan-makanan tersebut, juga disertakan obat untuk menghambat terjadinya asam urat, salah satunya adalah allopurinol. Dengan dihambatnya pembentukan asam urat maka proses kristalisasi asam urat di persendian pun berkurang sehingga nyeri yang timbul akan berkurang. Disamping jenis makanan berlemak di atas, konsumsi alkohol ternyata juga memiliki kecenderungan meningkatkan kadar asam urat yang tinggi. (Roes)
Kamis, 22 April 2010
VITAMIN DAN FUNGSINYA
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.
Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
- Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.
1. Vitamin A
- sumber vitamin A =
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A =
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
- sumber yang mengandung vitamin B1 =
gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 =
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B2
- sumber yang mengandung vitamin B2 =
sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.
4. Vitamin B3
- sumber yang mengandung vitamin B3 =
buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
- sumber yang mengandung vitamin B5 =
daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain
6. Vitamin B6
- sumber yang mengandung vitamin B6 =
kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
- sumber yang mengandung vitamin B12 =
telur, hati, daging, dan lainnya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
- sumber yang mengandung vitamin C =
jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
9. Vitamin D
- sumber yang mengandung vitamin D =
minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E
- sumber yang mengandung vitamin E =
ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
11. Vitamin K
- sumber yang mengandung vitamin K =
susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya
Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
- Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.
1. Vitamin A
- sumber vitamin A =
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A =
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
- sumber yang mengandung vitamin B1 =
gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 =
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B2
- sumber yang mengandung vitamin B2 =
sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.
4. Vitamin B3
- sumber yang mengandung vitamin B3 =
buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
- sumber yang mengandung vitamin B5 =
daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain
6. Vitamin B6
- sumber yang mengandung vitamin B6 =
kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
- sumber yang mengandung vitamin B12 =
telur, hati, daging, dan lainnya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
- sumber yang mengandung vitamin C =
jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
9. Vitamin D
- sumber yang mengandung vitamin D =
minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E
- sumber yang mengandung vitamin E =
ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
11. Vitamin K
- sumber yang mengandung vitamin K =
susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya
Langganan:
Postingan (Atom)
