Jumat, 23 April 2010

Sate Pemicu Kanker ?

BENARKAH SATE MEMICU KANKER?

Sate merupakan makanan khas bangsa Indonesia. Tua, muda, pria, wanita, semua menyukainya. Tapi tahukah Anda jika ia dapat membahayakan tubuh Anda suatu saat nanti ? Jika dikonsumsi tiap hari sate dapat mengakibatkan kanker.
Lewat penelitian, besarnya risiko kanker tergantung cara memasak. Daging bakar berisiko dua kali lipat bahayanya dibanding daging goreng. LDL (lemak negatif) pada sate merupakan pupuk bagi radikal bebas penyebab kanker. Radikal bebas mengakibatkan kerusakan sel yang pada ujungnya menimbulkan berbagai penyakit, seperti kanker, penuaan dini, penyakit jantung, artritis, katarak dsb. Radikal bebas sebetulnya diproduksi secara fisiologis oleh sel akibat reaksi biokimia. Namun, jika radikal bebas berlebihan dan antioksidan seluler dalam tubuh tetap jumlahnya, atau lebih sedikit, maka kelebihan radikal bebas ini tidak bisa dinetralkan dan akan berakibat kerusakan sel itu sendiri. Sayangnya, dalam daging tidak mengandung antioksidan.
Membakar daging maupun ikan pada suhu tinggi menimbulkan senyawa amin heterosiklik. Selain itu, terbentuk hidrokarbon aromatik polisiklik dari tetesan daging ke arang panas, dan menempel ke makanan lewat asap. Kedua senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu masih banyak zat karsinogenik (baca: zat yang dapat menimbulkan kanker) dalam daging gosong seperti nitrosamin yaitu zat yang sering digunakan untuk pengawet daging.
Untuk menurunkan resiko kanker, WHO mengeluarkan rekomendasi di antaranya mengurangi konsumsi lemak hewani (lemak jenuh), rokok, lterna, gula dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur dan serat serta latihan fisik. Beberapa zat gizi yang dapat berfungsi sebagai antikarsinogenik atau zat yang dapat mencegah perkembangan sel kanker adalah serat makanan, anti-oksidan, vitamin A, vitamin C, selenium, asam folat dan sebagainya. Untuk mengurangi resiko kanker makanlah timun setelah memakan sate. Biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas. Tomat juga dapat dijadikan alternatif lainnya, dimana Licopene dalam tomat, merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas.
(Diesty_dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar