Jumat, 23 April 2010

VITAMIN C BAIK DAN BURUKNYA

Siapa sih yang tidak kenal vitamin C? Berbagai penelitian telah mengungkapkan peran vitamin C, misalnya pada peningkatan daya tahan tubuh, penanganan katarak, diabetes mellitus, dan pencegahan penyakit kardiovaskuler. Yang menarik, penelitian terbaru juga menunjukkan peran vitamin C pada pencegahan kanker (kemopreventif).
Bagaimana vitamin yang banyak ditemukan pada buah jeruk ini bisa berkhasiat sebagai pencegah kanker? Ada 3 cara yang mungkin berperan. Pertama, berkaitan dengan efek perlindungannya terhadap tekanan/stress oksidatif. Di sini, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Cara kedua adalah melalui aktivitas antiperadangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker lambung diakibatkan oleh peradangan kronis. Vitamin C berfungsi mengurangi proses peradangan. Peran vitamin C untuk mencegah kanker lambung juga dilakukan dengan ‘menangkapi’ radikal oksidatif dari mukosa lambung.
Ketiga, vitamin C memelihara komunikasi antarsel dengan cara menangkap hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida adalah suatu pemicu kanker yang paling dikenal, yang diketahui dapat menghambat komunikasi antarsel. Padahal hambatan komunikasi antarsel berkaitan erat dengan proses karsinogenik, terutama perkembangan tumor. Di sinilah vitamin C juga memunculkan efek kemopreventifnya. Jadi, melalui peran antioksidannya, vitamin C membersihkan atau melumpuhkan radikal bebas. Sementara itu, sebagai antiperadangan dan pemelihara komunikasi antarsel, vitamin C mencegah pembentukan dan perkembangan sel kanker.
Hingga saat ini, peran vitamin C tunggal (dalam bentuk suplemen) pada pencegahan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tetapi tidak demikian halnya dengan vitamin C yang berasal dari makanan (alami). Penurunan risiko kanker akan lebih bermakna jika kita mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan daripada jika hanya satu jenis antioksidan. Dengan kata lain, efek kemopreventif berasal dari kombinasi berbagai komponen aktif (seperti senyawa fenolik, vitamin, serat, indol, alium, dan selenium) yang terdapat pada buah dan sayuran. Sebagai contoh, manfaat apel pada pencegahan kanker bukan dikarenakan vitamin C semata, tetapi juga didukung oleh adanya senyawa fenolik pada apel.
Karena perkembangan tumor dan kanker berkaitan erat dengan proses oksidasi dan peradangan, maka mengkonsumsi pangan yang kaya antioksidan merupakan cara yang efektif untuk mencegah kanker. Oleh karena itu, mengkonsumsi 5 jenis buah atau sayuran per hari, yang diperkirakan dapat menyumbang vitamin C sebanyak 200-300 mg, sangat dianjurkan untuk menurunkan risiko kanker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar